kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 14 Maret 2004 tarukan valas
 

GEBYAR


Lomba Rambut Panjang ''Bali TV''-Muri

Panjang Rambut Itu hampir Dua Meter

Untuk pertama kalinya, Bali TV bekerja sama dengan Muri (Museum Rekor Indonesia) menggelar kontes rambut panjang di Wantilan Bali TV Sabtu (13/3) kemarin. Lomba ini digelar sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan Bali yang ajeg. Di samping, sebagai usaha untuk melestarikan budaya Bali khususnya wanita yang memiliki rambut panjang dan indah.

LOMBA yang terbagi dua kategori -- anak-anak dan dewasa -- ini meliputi beberapa penilaian, seperti pengukuran panjang rambut, tes kesehatan rambut, keindahan rambut, dan keserasian penampilan. Dewan juri lomba ini terdiri atas Dra. I Gusti Agung Ayu Nilawati, Ketua DPD Tiara Kesuma Propinsi Bali, Cok. Istri Anggraeni Widyawati, SH. -- mantan pemilik rambut terpanjang di Muri, dan dr. Made Wardhana, Sp.KK spesialis kulit dan ketombe.

Lomba yang dimulai pukul 09.00 wita itu, berlangsung sangat meriah. Di samping dilakukan berbagai tes, para peserta juga diwajibkan tampil di atas panggung seperti halnya para model. Penampilan para peserta di atas panggung ini, tidak semuanya mampu mengekspresikan keindahan. Sehingga banyak juga peserta yang mendapat tepuk tangan karena jalannya kurang bagus.

Masing-masing pemenang mendapat tropi, piagam, uang dan beberapa hadiah hiburan dari sponsor. Keluar sebagai Juara I, II, III, Harapan I, II, dan III untuk kategori anak-anak umur 3-13 tahun adalah Ni Luh Putu Puspa Swari dengan panjang rambut 112 cm, Luh Putu Ria Mas Saputri, Komang Budi Tria Lestari, Luh Putu Ratna Arianti, Ketut Agung Putri Maharani, dan Vilensia Afeline. Untuk kategori dewasa umur 13 tahun ke atas masing-masing juaranya adalah Anak Agung Megawati dengan panjang rambut 192 cm, Ni Wayan Sudani, Gusti Nyoman Suryanti, Made Ani Wiryati, Emelia Contesa, dan Sang Ayu Dwijunita Rosari.

Mulanya Ragu
Siapa peraih Juara I untuk kategori dewasa yang kemudian namanya akan dicatat Muri itu? Dialah Anak Agung Megawati. "Senang sekali bisa terpilih sebagai juara. Mulanya, saya ragu untuk ikut, takut ditolak. Tapi, atas desakan dari teman-teman dan dukungan suami, akhirnya saya mencoba mendaftar. Beberapa harinya saya lagi ke Bali TV, saya terkejut karena pesertanya ratusan. Dari situlah saya merasa takut dan tegang," papar Anak Agung Megawati, ibu dua anak ini.

Dari 168 peserta, Megawati memiliki rambut terpanjang -- hampir 2 meter -- yakni 192 cm. Sehingga, putri keempat dari enam saudara anak pasangan I Dewa Gede Oka dan Jero Ketut Kembengan ini berhak mendapat juara I -- mendapat mendapat trofi, piagam, uang Rp 750.000, dan hadiah hiburan lainnya dari sponsor. "Saya sangat bersyukur, pertama kali ikut lomba rambut panjang langsung mendapat juara. Untuk itu terima kasih untuk Bali TV yang mau menggelar lomba seperti ini, khususnya memberikan saya peluang saya untuk ikut," tambahnya.

Konon, niat wanita kelahiran 31 Desember 1967 ini untuk mengikuti lomba rambut panjang sudah ada sejak dulu. Namun, setiap mendaftar sebagai peserta ia selalu ditolak oleh panitia lomba. Pasalnya, umur istri Ketut Garwita ini sudah melebihi kriteria yang ditetapkan panitia. Sehingga, ia pulang dengan perasaan kecewa. Namun, bagi Megawati sendiri, tidak ada lomba bukan berarti harus memotong rambut. Malahan, Megawati ingin tetap melestarikan rambutnya yang panjang itu sampai akhir hayatnya. "Kalaupun ingin meratakan saya selalu mencari hari baik. Biasanya saya lakukan pada hari selikur Galungan, 21 hari sebelum Galungan," tambahnya.

Lantas, bagaimana resep Megawati dalam merawat rambutnya itu? Wanita yang tinggal di Jalan Nuri IV No.2 Denpasar ini menuturkan, untuk merawat rambutnya ia tidak memiliki cara khusus. Ia hanya melakukan keramas satu kali dalam seminggu. Shampo yang digunakan adalah shampoo CGF sebuah produk dari CNI, berharga Rp 500 per saset. Megawati biasa menghabiskan 6 saset dalam satu kali keramas.

Lebih lanjut dijelaskannya, kalau keramas biasanya menggunakan bantuan ember. Ini biasa dilakukan sendiri. Tetapi kalau sisiran, ia mengaku dibantu suaminya. Jika mengiringkan, ia tidak menggunakan alat pengering rambut modern, tapi hanya menggunakan cara tradisional yaitu membiarkan kering dengan sendirinya. Kalau memberi minyak hanya memakai minyak kelapa, minyak tradisional Bali. Untuk merawat rambut ia mengaku tidak perlu ke salon, cukup dilakukan di rumah saja. "Memiliki rambut panjang bukan semata-mata untuk mengikuti lomba. Saya hanya merasa senang saja. Dan kasihan bila rambut dipotong," ujarnya serius.

Walaupun begitu, wanita asal Puri Bunutin, Bangli, ini mengaku, kalau sakit ia tidak bisa keramas sendiri. Dalam keadaan seperti ini, hampir 2 - 3 minggu ia tidak melakukan keramas. "Itulah salah satu dukanya memiliki rambut panjang. Walaupun ada yang rontok, tetapi dengan cepat bisa tumbuh subur lagi. Saya heran dengan rambut saya itu, unik dan pokoknya saya senang," katanya. (buda)

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com