Winasa:
----
Berdayakan
Perempuan,
Entaskan
Kemiskinan
Negara (Bali Post) -
Guna
mencapai target Millennium
Development Goals (MDGs)
terutama dalam
hal
pengentasan kemiskinan
dan
pemberdayaan perempuan,
Bupati Jembrana
Prof. Winasa
menyerahkan
bantuan modal
kepada
sepuluh Koperasi
Wanita (Kopwan)
se-Kecamatan
Melaya
di Balai
Desa
Ekasari, Melaya
beberapa
waktu
lalu.
Winasa
dalam arahannya
mengungkapkan
sejatinya
bantuan modal
ini merupakan
upaya
untuk memberdayakan
kelompok-kelompok
masyarakat yanga
ada di
setiap
desa dan
kelurahan,
khususnya
peningkatan
daya
beli menuju
pencapaian
MDGs 2010.
Bantuan,
lanjut
Winasa,
diambil dari
5% Anggaran Dana
Desa (ADD) yang
nominalnya
berkisar
antara
Rp 10 juta
- Rp 15
juta per desa.
Sedangkan
untuk
kelurahan yang
tidak menerima
ADD, dana
bantuan
disubsidi oleh
pemkab
Rp 15 juta.
Selain
itu,
Kopwan tersebut
juga
akan
diberi
bantuan modal
lunak
Rp 5 juta
untuk
masing-masing desa
dan Rp
5,6 juta
untuk
kelurahan. "Tenggang
waktu
pergulirannya 6 tahun
dengan bunga
yang sangat
ringan
yakni 4% selama 6
tahun.
Di tahun
pertama,
Kopwan
ini tidak
dikenakan
bunga.
Bunga baru
dikenakan
pada
tahun kedua,
namun
tidak disetor
ke
pemkab, melainkan
dikelola
sendiri
Kopwan tersebut
untuk
menambah modal," jelas
Winasa.
Winasa
juga
mengatakan modal yang
diserahkan kepada
Kopwan ini
jangan
semata-mata untuk
modal simpan
pinjam,
tapi secara
perlahan harus
diarahkan
untuk
membangkitkan industri
kecil. "Jangan
dipakai sebagai
simpan
pinjam saja,
pakai
untuk membangkitkan
usaha.
Nanti kalau
modalnya
kurang,
kita akan
tambahkan
dengan
pinjaman
tanpa bunga.
Tahun
ini sudah
kita
siapkan Rp 1
milyar
untuk subsidi
bunga
saja," ucapnya.
Winasa
juga
mengharapkan pinjaman
modal yang diberikan
ini dimanfaatkan
untuk
peningkatan kesejahteraan
keluarga. "Membuka industri
berarti
menampung tenaga
kerja
sehingga bisa
membantu program
pemerintah
dalam
mengentaskan pengangguran,"
katanya. Sedangkan
kepada
pengurus koperasi,
Winasa
berpesan agar
terus berpikir
untuk
membuka lapangan
kerja
terutama kepada
ibu-ibu. "Dengan demikian,
semua
anggota keluarga
mampu
menambah pendapatannya
melalui pemberdayaan
anggota
keluarga itu
sendiri
dengan bapak yang
jadi penanggungjawabnya,"
ujar
Winasa. (r/*)