Untitled Document
Untitled Document
» Berita Kota
13 Agustus 2009 | BP
Mati Mendadak
Warga Banjar Pegending Musnahkan Unggas
Denpasar (Bali Post)
Warga Banjar Pegending, Desa Dalung memusnahkan unggas di wilayahnya. Hal ini menyusul ditemukannya kasus flu burung pada ayam yang dipelihara warga. Klian Dinas Banjar Pegending Ketut Susila didampingi Sekjen Forum Komunikasi Kaling, Klian Dinas Badung Ketut Heru Haryono mengatakan, 17 ekor ayam di empat rumah warga, mati mendadak sejak Jumat (7/8) hingga Rabu (12/8) kemarin. Kejadian serupa juga terjadi di wilayah banjar bersebelahan yakni Banjar Pengilihan.

Susila memaparkan, sejak awal kejadian mati mendadak, warga langsung melakukan pemusnahan pada Minggu (9/8) lalu. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Badung pun langsung menurunkan tim ke lapangan. Setelah dilakukan rapid test pada sampel ayam mati, ternyata menunjukkan indikasi flu burung. Untuk memastikannya masih harus menunggu tes laboratorium.

Sejak awal kejadian, lanjut Susila, pemusnahan unggas sudah dilakukan secara swadaya. Warga banjar juga membuat perjanjian, ayam yang dibiarkan bebas dapat langsung dimusnahkan. Maka dari itu, warga yang ingin melindungi unggasnya diimbau untuk mengandangkan termasuk membersihkan kandang unggas dengan baik.

Hingga kemarin sekitar dua ratus ekor unggas sudah dimusnahkan. Baik ayam, burung maupun itik. Pemusnahan juga melibatkan petugas Disnakanlut Badung. "Kami tidak ingin hal yang tidak diinginkan meluas di wilayah kami," ujarnya. Tidak hanya itu, warga juga menyemprotkan desinfektan di sekitar rumah, karena kebetulan di Banjar Pegending tidak ada peternakan unggas.

Di sisi lain, Heru Haryono menyayangkan sikap Pemkab Badung yang kurang proaktif khususnya dalam penyediaan perlengkapan pencegahan flu burung. Misalnya pengadaan masker yang masih harus disediakan warga secara swadaya. "Padahal kan pemerintah sendiri yang meminta agar pencegahan dapat efektif dilaksanakan,'' kritiknya.

Sementara itu, selain upaya pencegahan, Disnakanlut Badung juga sudah mengajukan dana kompensasi pemusnahan unggas. Besarannya mencapai Rp 42 juta untuk tahun ini. Anggaran ini sekarang sedang diverifikasi di provinsi. (ded)



[ Kembali ]
•     Kerja Sama EI Jadikan PGRI Bali Lebih Mandiri
•     Baru Stikes Bina Usada Bali
•     Siswa, Guru, dan Alumni Berkreativitas
•     Wali Kota Buka Lomba PSN dan Kebersihan Antarbanjar Diikuti 405 Banjar
•     Pemerintah Harus Tegas Bekukan Ormas Anarkis
•     Terkait Kasus Dwijendra Polisi Kejar Pelaku yang Datang ke TKP
•     Kapolda Perintahkan Awasi Tempat Dugem
•     Sikapi Konflik Indonesia-Malaysia Pemuda Tuntut Pemerintah Lebih Keras
•     TNI Gelar Geladi Perang
•     Tender "Bali Crossing'' Oktober
•     Jumat, 3 September 2010
•     Jadikan Pengalaman Pertama dan Terakhir bagi Bali
•     Indonesia-Thailand Sepakat Selesaikan Isu Perbatasan Laut
•     Kawasan Hutan Suter Kintamani Layak Dijadikan Kebun Raya

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak