Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
15 Agustus 2012 | BP
Ruti, Tersangka Pembunuhan di Gianyar
Gianyar (Bali Post)-

Polisi akhirnya menetapkan satu tersangka dari dua orang yang diamankan Senin (13/8) malam pascapembunuhan sadis di Jalan Kutilang, Lingkungan Candi Baru, Gianyar. I Ketut Roti alias Ruti (55), ditetapkan sebagai tersangka yang mengeksekusi I Ketut Daging (46) asal Negari, Banjarangkan, Klungkung. Sementara Nyoman Susanto alias Mang Antok hingga Selasa (14/8) kemarin masih berstatus saksi dalam kasus pembunuhan Sekretaris Desa Negari.

Selain dua orang tersebut, masih ada satu lagi yang diamankan di Polres, yakni Ni Ketut Darmini yang merupakan istri tersangka, sekaligus dugaan selingkuhan dari korban. Darmini berstatus saksi.

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Nengah Sadiarta seizin Kapolres Gianyar AKBP Hadi Purnomo dikonfirmasi kelanjutan kasus itu mengatakan, bahwa dalam pemeriksaan hingga subuh kemarin polisi hanya menetapkan satu tersangka utama yakni Ruti. Antok belum bisa dibuktikan bersalah. Namun masih dilakukan pengembangan dan pemeriksaan saksi lainnya.

Nyoman Susanto alias Mang Antok ditangkap di Yayasan Yapenatim, Kelurahan Samplangan Gianyar, sekitar pukul 23.00 wita. Menurut Susanto, dalam kejadian itu dirinya hanya diberitahu dan diajak oleh Ruti untuk mencari istri Ruti, yang diduga selingkuh dengan korban, Ketut Daging. Susanto juga mengaku tidak berperan dalam mengeksekusi nyawa korban di lokasi. Sadiarta mengatakan, tersangka Ruti dalam kasus pembunuhan ini diancam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Bendesa Adat Gianyar I Dewa Made Geria mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran pengurus adat untuk persiapan pelaksanaan upacara pacaruan di lokasi kejadian.



Menangis Histeris

Sementara suasana duka menyelimuti rumah korban pembunuhan Ketut Daging (46) di Dusun Negari, Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung, Selasa (14/8) kemarin. Istri korban, Ni Wayan Armini (46), terlihat syok dan menangis histeris ketika melihat jenazah suaminya yang baru dipulangkan dari pihak rumah sakit siang kemarin. Pihak keluarga korban memilih diam. Istri korban, Wayan Armini, tak mau berkomentar banyak. Pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Selama ini Armini juga tidak tahu menahu dengan persoalan yang dialami suaminya yang Sekdes Negari tersebut. ''Saya tidak tahu apa-apa,'' ujar Armini singkat.

Sebelum menjadi Sekdes, korban sempat menjadi pedagang. Korban diangkat menjadi Sekdes tahun 2001. Selama menjadi Sekdes, korban diketahui sosok yang kalem. Kades Negari Wayan Mudiartana menilai korban selama ini tidak pernah membuat masalah. (kmb16/kmb)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak